I Love You.........  

Wednesday, April 29, 2009

Engkau selalu menemani habiskan hari, di kala hujan ataupun kepanasan, saat ku lagi tajir ataupun banyak utang, di kala susah ataupun senang……

Pengalaman tak terlupakan, saat malam biadab itu datang. Tanpa permisi pantatmu diterjang, engkau mengerang, terjengkang namun tetap berusaha bertahan. Jangan aku kau tinggalkan…ku tak mau kehilangan....Malam yang indah berubah berlumuran darah……Mampuslah kalian, hei si haram jadah…!!!

Dinginnya malam, dengan kaki yang terpincang, sebagai korban kita malah digelandang menuju polisi punya kandang. Meski sebenarnya engkau boleh pergi, namun engkau tetap menemani, menikmati kebersamaan berselimut dingin malam ini….Berlanjutlah cumbuan mesra kita di kantor polisi.

Akhirnya keadilan berbicara, bukti akan kebenaran akhirnya kentara, jelas sudah siapa yang salah, tak pantas ku dijadikan sebagai te-es-ka (istilah mereka tuk tersangka). Namun benar2 tak kuduga, tiada secuil kata maaf dari MEREKA…!!!

Rumus --> Masyarakat + Polisi = Ujung2nya duit agar masalah kelar terbukti benar, 500 rb ku bayar agar kita bisa keluar. Dasar Otak mereka podo AMBYAR….!!!

Kini….takkan bernah ku tinggalkan dirimu, aku berjanji…..
Kan ku jaga, selama jasad diisi jiwa, takkan pernah terputus tali cinta kita…..

I Lop U.....











Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Links to this post Email this post

Penyesalanku..................  

Monday, April 27, 2009

Enaknya mengarang Fiksi, tak kan ada yang protes karena ini sekedar luapan imajinasi. Namun Prof tetap sampaikan “Mohon daku dimaafkan jika peran ternyata tak berkenan…..”
---------------------------------------------------------------------------------------

Joo tertunduk lesu, pikiran beradu argument dengan kalbu, akankah ku menunduk menekan rasa malu, meminta maaf atas kekhilafanku…….
Hati gelisah, berusaha menampik segala salah, “Ku takkan mau mengalah…!!!”

Pertarungan semakin sengit, hingga Ha-Pe berbunyi tit…tit…tit…tit…..Sebuah pesan pendek terselip. “Hanya nomer ini yang dapat ku temukan, sang pemilik tergolek di Rumah Sakit, hilang kesadaran karena terlibat kecelakaan…..”

Segera bangkit, raih sendal jepit, berdiri ambil kunci, setengah berlari keluarkan Blek eR-Ji, Joo Izzy pergi sendiri….., segan mo ngajak Senoaji yang lagi bermimpi (mimpi basah kali….?), atau Cah Cikrik yang masih asyik beradu dengkur dengan jangkrik, dan pasti susah bangunin Antaresa> yang tidurnya kaya kebo aja….

Blek eR-Ji sekali pancal langsung njranthal, tak sadar sampai tujuan sebelah sendal tertinggal, mental saat tadi hampir mencium aspal, menghindari Penyamun prapatan berbaju kumal.
Parkiran padat, tanpa distandarkan Blek eR-Ji ditinggal minggat, “Dasar Joo bangsat….!!!” Seandainya ia bisa mengumpat. Berjalan lewati pos satpam yang kosong hanya ada seorang satpam lagi bengong, Big Sugeng, sebuah nama tersemat di atas kantong. Telusuri lorong dengan pandangan kosong, Kuntilanak dan Suster Ngesot cuma bisa ndomblong dan melompong.

Kamar Vi Ai Pi ternyata penuh terisi, ada Jeng Sri, tante Fanny, Faizz sang kakak lelaki dan Si mungil Vitri di sisi pembaringan sebelah kiri. Rampadan, Bang Piko, Pak lik Taufik, budhe Linda, Dwina Imut dan neng Aia berjejer di sebalah kanannya. Sementara Den Surya danOom Attayaya di lantai podo nglekar tanpa tikar. Lah…kok semua pada di sini, siapa yang ngasih makan Itik besok pagi..??
Di kasur beralas sprei putih, terbaring lemah Ranie tak sadarkan diri.

Mengapa jadi begini..!!! Terbayang pertengkaran yang kemaren terjadi….Seandainya saat itu ku tak menuruti emosi…..Seandainya mulut dapat ku kunci agar tak terlempar caci maki….

Kini…terlambat tuk menyesali……
Ku bersimpuh di sini, Maafkan diriku…Ranie……

Ku kan tetap di sini….Menanti engkau kembali…….
------------------------------------------------------------------------------------------

* Peran Utama Joo Izzy sebagai hadiah atas perhatiannya kepada Blogger Bertuah…


Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Links to this post Email this post

Dendam........!!!  

Sunday, April 26, 2009

Pancaran mengkilat dari sebilah pisau yang terasah tajam. Telah membara hati ini oleh dendam. Rasa ini takkan pernah padam, bahkan kini tak dapat lagi ku tahan…!!!

Mataku menatap MEREKA dengan tajam. Saatnya menuntaskan kesumat yang telah lama terpendam…!!! Perlahan ku mengedap, berjingkat, hampir tanpa suara terdengar…..

Sambil berteriak, Si baju hijau, ku jambak, ku babat dengan pisau, tanpa sempat ia meracau…..berserak tubuhnya bagai onggokan cincau…..
Si Coklat kutendang hingga mencelat, kucabik, ku iris2 jadi persegi empat…..
Si Merah dan Si Putih, tanpa sempat merintih, ku tindih, ku labrak bibirnya dengan dengan kepalan, hingga hancur berantakan. Mereka yang tersisa mencoba lari dari kemarahan, Takkan ku biarkan….!!! Satu persatu tumbang di tangan…..!! Nafsu pembantaian ini belum terpuaskan……..

Ku tumpuk jasad-jasad itu jadi satu.
Akankah ku bakar jadi abu…???
Tidak….! Ada cara yang lebih memuaskanku…..!!

Jreng...jreng....



Ku kasih bumbu, masukkan wajan sambil ku menunggu……



Kangkung + Tahu + bumbu = Cah kangkung kesukaanku.......yu...hu..........




Tapi sayang, tempe gorengnya ketinggalan.......


Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Links to this post Email this post

I'm So Sorry.......  

Friday, April 24, 2009

Malam ini ku sendiri, menatap bintang yang enggan bernyanyi, ditemani sang rembulan yang tak lagi menari….., Seandainya ITIK Bali ada di sini….

Terdiam ku berdiri…,bergumam dalam hati, mau jadi apa aku ini….

Terngiang bunda kasih wejangan “ Dadi menungsa kudu bisa wiguna tumrap bangsa lan Negara”. Mau kemana negeri ini jikalau love my country telah mati..?!

Ku berpijak di atas bumi pertiwi, namun tak pernah ada sumbangsih berarti….HANYA sekedar mencaci dan memaki, tertawa geli saat negeri ini mencoba berdiri setelah tumbang terjengkang karena ulah para pembangkang yang SOK jadi penopang….

Tak mampukah aku.???sekedar berbisik lirih…”pertiwi, ku ada di sini, mendukungmu tuk kembali tegar….” Atau sekedar menampar wajah-wajah syetan berbalutan kepolosan…?! Aku mancal keluar para jadah2 haram yang terlalu sibik berebut kekuasaan…?!

Pertiwi….I’m so sorry…..

TErimakasih atas perhatianmu yang berbalas ketidak pedulianku…..


To be continued.....

Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Links to this post Email this post

Semestinya........  

Tuesday, April 21, 2009

Dari celah dinding anyaman bambu, Prof ngintip Joe yang lagi syahdu…….Klekaran di halaman, bermesraan dengan putusnya harapan....
--------------------------------------------------------------------------------------

<<<<< Semestinya……..
Aku yang bertahta atas semua kerajaan hati
Aku yang menyunting mahkota kasih
Dan aku penjaga dan penguasa atas semua pesona ragawi

Tlah kukrim ribuan bala tentara tuk sampaikan rindu
Namun tak satupun mereka kembalikan padaku
Entah…., Hilang……lenyap bagai debu
Terkalahkan bayang2 malam syahdu

4 musim ku menunggu di taman yang kubangun dengan ribuan wangi bunga cinta
Namun kenapa kupu2 tak jua bawa sepucukpun kabar tentangnya…
Hingga bunga2 itupun layu
Mengering dan tinggal puing sepi temani angin dingin menghembus haru

Tiada bintang yang berdansa kini…bulan pun tak pernah purnama
Namun siraja sepi mulai berpesta, menari , menyanyi, menyeret hatiku yang tlah patah ke dalam pesta haru yang takkan pernah usai

Biar…
Biarkanlah….kini sudah…sudahlah…..


(Hasil JOE bertapa, WARNING : Gak Boleh gembeng…..!!!)


Melihat JOE lagi manyun, para sahabat datang berduyun-duyun, mengibur dengan deretan award yang anggun…..

Fanny mungil bergandeng tangan dengan e-je sang pangeran, menyapa joe dengan penuh persahabatan....



Partelon, tunjukkan kapak naga geni tuk menghibur hati yang sunyi...., fanny dan e-je berdiri mengagumi....




Anak nelayan
berjanji, ajak Joe melaut dengan vespa pujaan hati....



Partelon dan Black ID menari, bangkitkan semangat joe yang mati suri....



E-je dan buwel berbalas pantun, biar joe tak lagi manyun...



Buwel berdendang, obati hati yang meradang



E-je bergoyang 5 hari 5 malam, Joe pun ikut senang....




Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Links to this post Email this post

Sewindu Sudah Lamanya Waktu…..(Part II)  

Sunday, April 19, 2009

Cerita ini tetep fiktif belaka, kesamamaan kisah tetep direkayasa, kesamaan nama tetep disengaja…..
--------------------------------------------------------------------------------------

Pergi dari rumah, tak lagi ada tempatku berlindung. Masuk keluar kampung disambut rumah yang suwung. Menenteng karung menjalani hidup sebagai pemulung, sekedar mencari seonggok nasi tuk ngisi perut yang kembung.

Recehan dari per-kilo sampah tak sanggup meredam hati yang gundah. Caci maki berpadu sumpah serapah karena warga berprasangka salah. Ku didakwa maling berkedok pengais sampah.

Kujalani penggalan kisah sebagai pengemis, menengadahkan tangan di prapatan bang jo kota katropolis. Tak peduli dengan terpaan gerimis, ku hampiri mobil2 klimis, barang-kali dapat senyum manis sambil nyari uang receh dari kantong mereka yang tak pernah tipis. Ternyata……..”Dasar kucing amis…!” hardik mereka dengan bengis. Ku berlari bagai kebelet pipis membawa kepingan hati yang teriris. “Ku hanya sekedar berupaya agar puasaku tak lebih dari senin-kemis..!!!”

Tak tahan ku hijrah ke terminal, bergelut peluh bersama penyamun dan para begundal, bercumbu dengan pelacur binal tuk mengusir dingin di tepi kanal. Akankah hidupku terus begini…? Inikah keinginan hati nurani…?

Di antara denting gelas ciu campur fanta, ku tertawa hampa………lelehan air mata mengantarku ke relung kerinduan yang teramat dalam……

Emak……Bapak……maafkan anakmu……..

Vitri - Rampadan…..mas rindu kalian……

Neng Aia……sudikah engkau menunggu? Sanggupkah engkau menampik pinangan Den Surya demi keagungan cinta kita yang begitu essential……??? Tumbuh suburkah bibit kasih yang tlah tertanam dulu…..???

“Sewindu sudah lamanya waktu, ku tinggalkan tanah kelahiranku………..
……..Ku ingin kembali mungkinkah mereka mau terima…….Rinduku……..”


Inspirated by Bang Iwan Fals


Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Links to this post Email this post

Malam Pertama = Malam Terindah (?)  

Saturday, April 18, 2009

Dusun yang kecil, di sebuah gubuk reot begitu terpencil, jauh dari segala omong kosong, tak ada alunan nada-nada bohong, hanya dihiasi damainya senandung cebong.

Hidup seorang wanita tua miskin ditemani Maryo, sang anak lelaki yang berpakaian compang-camping, senantiasa rajin mengantri jatah raskin.

Suatu hari bertemulah Maryo dengan seorang gadis manis dengan balutan kain satin, “Namaku Ranie…..”bisik lirihnya malu-malu saat berpapasan sepulang dari mancing di sungai kuantan menenteng ikan patin.
Bergejolak rasa dalam batin, ngomong ke emak minta kawin. “Jadikan aku dan Ranie sepasang pengantin…!”

Tanpa ba-bi-bu datanglah Pak Priandhani sang penghulu, memandu ijab Kabul di bawah rindang pohon jambu.
Sebagai hadiah untuk anak tercinta, emak bikin celana dalam dijahit tangan dengan karung tepung terigu sebagai bahan. “Kado istimewa dari bunda kan ananda pakai di malam pertama” ucap sang putra berbunga-bunga.

Seakan tau diri, matahari buru-buru berlari, agar malam cepet menghampiri. Malam pertama pun tiba, disaksikan bulan sabit yang mengintip di sela2 pohon sawit, acara lempar melempar pakaian ke lantai dimulai tanpa semprit peluit dari pak wasit.

Namun tak diduga tak dinyana, sang istri tercinta kaget terpana, pingsan ia dibuatnya. Saat sarung dilepaskan terbaca tulisan di celana dalam,
“BERAT BERSIH 50 KG”


Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Links to this post Email this post

Sewindu sudah lamanya waktu.......  

Thursday, April 16, 2009

Cerita ini fiktif belaka, kesamaan kisah hanyalah rekayasa,kesamaan nama emang disengaja……
-------------------------------------------------------------------------------------

“Pergi kau dari sini, dan jangan pernah kembali…!!!” bentak bapak saat tau ku curi itik milik pak Senoaji. Tanpa bekal mencukupi, hanya 1 lembar sepuluh ribuan yang basah oleh air mata bunda, ku sandang ransel lusuh, dengan bersendal jepit yang hampir putus, ku berlari tinggalkan desa.

Beralaskan bantal kumal, si bungsu Vitri menghamburkan air mata “Gak boleh masuk sekolah sebelum tunggakan 3 bulan terlunaskan” ucapnya sambil sesengukan.

Semua orang kecuali si Fanny mungil tertawa mencerca saat adik kedua, Rampadan sang juara maju menerima piala dengan celana berikat tali rafia.


Takkan kubiarkan air mata dan ejekkan menyingkirkan mereka, yang setiap malam jemari mungilnya memijit pundak yang tertimpa karung beras seharian, dan setiap pagi membangunkanku dengan aroma secangkir kopi murahan
Takkan pernah kubiarkan,meski untuk itu ku harus masuk gerombolan penyamun…!!!

Maafkan aku emak……maafkan aku bapak……..
Ini semua demi mereka……..


Inspirated by Bang Iwan Fals


Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Links to this post Email this post

Engkau masih seperti yang dulu.....  

Monday, April 13, 2009

Jumpa dirimu setelah sekian lama tak bertemu, Engkau masih seperti yang dulu. Bergaya muda meski engkau tak lag belia. Berderet anting di kedua telinga, tak sanggup lagi hitungan jemari tanganku mewakili, ada emas, ada perak, bahkan berlian dan kawat berkarat bertengger ikutan mejeng. Lubang napas tak luput dari tindik, 2 cincin melingkar yang ku tau pasti itu imitasi.

Engkau babat rambutmu yang sudah semakin cepak dan memutih, menyisakan bulu ketiak yang tak jua lebat.

Apakah ku merindu....?

Aku tak tau, toh nyatanya ku korbankan waktu dan uang jajanku tuk melawatmu. Merindukah aku...?Aku tak tau.....

Malam ini seperti yang lalu engkau tertawa renyah menyambutku, menghamparkan peluk hangat menyambutku seorang sahabat (?) Merindukah aku...?
Malam ini di bawah temaram lampu kamar ku peluk, ku dekap erat tubuhmu, ku tindih di bawah hembus AC hotel murahan yang bagiku kemahalan.
Rindukah aku padamu...? Aku tak tau....

Yang jelas, engkau masih seperti yang dulu.......
JAKARTA


Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Links to this post Email this post

Bercumbu dengan masalah  

Tuesday, April 7, 2009

“Bukan hal yang menakutkan saat kakimu menginjak ranjau, yang mengerikan adalah jika kaki segera kau angkat meninggalkan ranjau yang ‘marah’. BoooM……!!! Mengubah tubuhmu menjadi cat merah”

Hidup penuh lika-liku semua orang sudah pada tau. Masalah datang silih berganti, berbaris rapi, antri tuk masuki hari-hari pun wis do ngerti. Kenapa harus takut menghadapi?

Indahnya pelangi akan muncul setelah hujan mengguyur bumi, kupu2 cantik muncul dari ulat bulu yang bikin jijik. Suatu masalah atau kesulitan jika dikelola dengan benar, akan menghasilkan suatu tahap keindahan dan kenikmatan. Mau lebih banyak merasakan kenikmatan? Ikuti jurus jitu menghadapi masalah berikut ini :


* Sambut dengan senyuman paling manis
* Raih jemarinya, rangkul dan dekati dengan tenang, ajak masuk dalam kamar
* Buka satu persatu kancing dan resluiting, hingga ia berbugil ria, terlihat jelas lekuk tubuhnya
* Baringkan, rebahkan, cumbui dan setubuhi hingga klimaks penyelesaian.
* Jangan sekali2 mengakhiri permainan, meninggalkan masalah yang telah telentang dan ngangkang sebelum orgasme datang.

So, sungguh menyenangkan kan sebuah masalah…?

Masalah bukan untuk dihindari, tapi untuk dihadapi dengan solusi………




Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Links to this post Email this post

Be-te Abiezzzz......!!!  

Sunday, April 5, 2009

Malam tlah larut, namun kantuk tak kunjung menjemput, padahal esok pagi harus berangkat kerja mruput (pagi-pagi). Huh, bagaimana bisa terlelap, segala penjuru gelap dengan jarak pandang “0” meter dab…!Prof gak bisa tidur jikalau cahaya sekarat.

Metode hitung kambing prof ganti dengan menghitung piutang tak terbayar, entah karena lupa (atau dilupakan?).Mo diikhlasin terjerat kebutuhan, mo nagih? Gak nyampe perasaan melihat “ngutangers” kelabakan, persahabatan jadi taruhan. Dilema yang membuat Prof semakin memasuki alam bawah sadar, dalam dan semakin dalam……..

Bangun tidur ku terus mandi (pengennya), ternyata kamar mandi tlah terisi, senoaji sibuk bikin video mesum di dalem luamaaa sekali….! Duh….terlambat lagi…Potong gaji lagi…. gimana mo bayar utang di warung Jeng Sri…?
Tanpa sarapan pagi tak pancal Blek eR-Ji…..weleh malah ngambek lagi…! Jian…..bikin sakit hati…! Prof memaki.

Sepanjang perjalanan laju Blek eR-Ji ajrut2an, banyak lobang di jalanan, kemana anggaran yang katanya milyaran? Perjalanan ku makin lelet, karena lalu lintas macet. Makin B-T banyak yang mainan tombol klakson, kaya orang O’ON, bikin budek telingaku yang sudah pasang “SILENT MODE : ON”.

Masuk gerbang Blek eR-Ji tancap ke parkiran. Lha dalah, banyak yang parkir sembarangan, Blek eR-Ji gak dapet tongkrongan.

Untunglah, hari ini berlalu dengan cepat,ke-BT-an dari pagi dapet obat, Kucing Bunted, Jeng Sri, Pak Ketua yang lagi mabuk ASMARA, Den Rama dan Tukang Kunci rame-rame ngasih sekernajang coklat. Bersakit-sakit (hati) dahulu dapet coklat kemudian.....

Award dari Kucing Bunted




Award dari Jeng Sri, Pak Ketua : Taufik Asmara,Tukang kunci (lovepassword)



Award dari Den Rama



Award dari Jeng Sri



Award dari Tukang Kunci




Prof bingung mo bagi awardnya untuk siapa, karena semua kayaknya dah pada dapet, Prof yang ketinggalan dapetnya.....
Bagi para sobat dan sobit yang berkunjung dan belum ada award di atas silakan diambil....karena I Love Ur Blog, Ur Blog is my inspiration.......

Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Links to this post Email this post

Panggung kampanye : arena adu kentut  

Friday, April 3, 2009

Kampanye, media obral janji para politisi. Panggung megah didirikan bak konser musik dengan sejuta penggemar bermodal amplop 25 ribuan.

“Rakyat kecil harus dikeluarkan dari lingkaran setan kemiskinan” sapa manisnya bak vokalis kangen band membuka penampilan.

“Ketertiban dan keindahan kota harus ditegakkan sesuai perda yang telah ditetapkan” mulutnya kentut dengan aroma berbeda, menanggapi penggusuran pedagang kaki lima saat masih duduk di parlemen kota. Rakyat miskin yang tak ingin hidupnya bergantung pada raskin dianggap biang Adipura melayang.
“ Pendidikan gratis, fasilitas kesehatan merakyat, sembako terjangkau, penggangguran ditiadakan dengan ribuan lowongan pekerjaan” kentut aroma babi beraksi.

Berpangku tangan, tidur2an (atau tidur beneran?), ikut kompetisi ngiler terseksi, nitip absen ambil gaji, sibuk ngelap kentut yang belepotan, tepuk tangan melihat SPP yang ganti warna tak terlunasi, pasien terlantar karena tak mampu bayar administrasi dan parade pencari kerja tertunduk lesu menatap plakat TIDAK ADA LOWONGAN.

Rakyat GERAM.....!!!

………….. lihat muka dengarkan kataku
Dimana janji yang telah kau ucap…………..
…………………………………………………………………………….
Jangan menghindar sembunyi di balik dinding
Aroma busuk takkan pernah tertutupi
Dengarkan ini sebelum murka berontak
Takkan kukejar kalau sudah kau tepati
Karena aku juga manusia…….!!


(Comotan lirik lagu Betrayer, musik cadas Indonesia penuh makna)




Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Links to this post Email this post

Bendera Kuning  

Wednesday, April 1, 2009

Kemarin pagi ia masih bicara, dan ia berkata doakanlah diriku
Aku tak tau apa maksud katanya, ternyata kini ia telah tiada
……………………
Bendera kuning kreta jenazah ikut menangis bersama
Bunga kamboja tanah kuburan ingatkan aku pada asalku
……………………
Kerudung hitam ikut antarkan mayat menuju kuburan untuk disemayamkan
Kerudung hitam ikut antarkan mayat mereka menangis karena ditinggalkannya

Petikan lirik lagu “Bendera Kuning” nya Betrayer)

Kematian adalah misteri, tak tahu kapan kan menghampiri. Masih jelas terbayang, tawa candanya……. sorak tawanya sampai rembesan air mata……..kini ia telah tiada…….

Ia yang mengajariku mbolos, ia yang mengenalkanku pada PS-an,ia yang menyeretku ke dunia malam, tapi….ia juga yang mengajakku menikmati arti PERSAHABATAN.
kini, ia kembali mengajari bahwa kematian bukan untuk ditakuti, kematian bukan untuk dihindari karena tatkala Izro’il teko, awak’e dewe ra iso endo……

Yang bisa kita lakukan hanyalah mengumpulkan bekal, dalam waktu yang teramat dangkal, karena kematian adalah misteri yang tak dapat ditangkal. Kapan bendera kuning kan berkibar di halaman rumah menjadi saksi berakhirnya egoisme, patriotisme dan semua kamuflase. Mungkin nanti seribu tahun lagi (?), entah esok hari tatkala sang mentari masih malu tuk unjuk gigi, atau…….saat napas yang kita hirup saat ini belum sempat dihembuskan……

Tiada manusia tau kapan bendera kuning kan berkibar sebagai tanda pengiringan malaikat maut menjemput, namun yang pasti ia semakin dekat dan makin mendekat…….



”Lahirlah engkau dengan sambutan tawa dan matilah engkau dengan diiringi tangis……”



Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Links to this post Email this post

Design by Amanda @ Blogger Buster