Aku Kembali (lagi)  

Monday, June 21, 2010

Berwisata ke Pantai Baron dan Kukup tidak lengkap kalau tidak menengok Pantai Krakal yang terletak di sebelah timur dari Pantai Kukup. Setelah cukup puas menikmati keindahan Pantai Kukup,  kami menyempatkan untuk mengunjungi Pantai Krakal.<br /><br />    Pantai Krakal merupakan alur wisata dari kunjungan wisata ke pantai Baron dan pantai Kukup Dapat ditempuh dengan jarak kurang lebih 6 kilometer dari kawasan pantai Kukup, atau 65 kilometer dari kota Yogyakarta. Terletak di Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, Gunung Kidul. Pantainya landai berpasir putih yang terhampar sejauh 5 kilometer. Pantai ini struktur sedikit berbeda dengan Pantai Baron dan Pantai Kukup. Pantai Krakal ini tidak terdapat tebing karang yang menjulang tinggi bahkan pulau karang di tepian pantai seperti yang kami temukan di Pantai Kukup. di tepian pantai terlihat pasir pantai yang berwarna putih.<br /><br />    Pantai ini menerima panas matahari dari pagi hingga petang hari sepanjang tahun. Angin laut yang berhembus sangat sejuk dan ombaknya cukup besar. Perjalanan menuju ke pantai ini melintasi bukit-bukit kapur yang diselingi dengan teras-teras batu karang. Hal ini adalah ciri dari daerah karts pegunungan seribu.<br />Berdasarkan penelitian geologis, pada zaman dulu daerah Krakal merupakan dasar dari lautan yang oleh proses pengangkatan, dasar laut ini semakin lama semakin meninggi dan akhirnya muncul sebagai dataran tinggi. Batu-batuan karang yang nampak pada waktu itu, merupakan bekas rumah binatang karang yang hidup di lautan saat itu. Selain itu, didalam karang di bawah permukaan laut,, masih banyak fosil yang masih dapat ditemukan.<br /><br />Sebagai obyek wisata pelengkap, pengunjung Pantai Krakal ini tidak sebanyak Pantai Baron dan Pantai Kukup. Sehingga pantai ini terlihat sepi dan minim fasilitas pendukung obyek wisata. Selain itu tidak adanya nelayan di pantai ini mengakibatkan tidak ada kuliner makanan laut seperti yang dapat kita temukan di Pantai Baron. (teamtouring.net)<br />Aku kembali lagi
Mengenang segala yang pernah terjadi
Saat aku mulai meretas kehidupan
Saat mereka bermandikan peluh tuk membesarkan

Ku pandang lembut ombak menyapu daratan
Menghembus angin sepoi menyejukkan
di kala Sang Surya tertawa
dengan terik yang menganga

Dan kini aku di sini
Untuk kembali
meretas asa yang tak pernah mati
Merangkai mimpi yang tak pernah basi

Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Links to this post Email this post

Diam....  

Saturday, June 12, 2010

Ternyata...., DIAM tak selamanya EMAS....

Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Links to this post Email this post

After "9 Tahun"  

Wednesday, June 2, 2010

Sosok gadis mungil berambut panjang dikepang tunggal, berhasil memaksaku tuk mengendapkannya ke relung jiwa yang terdalam... *saat pembukaan penataran P4 kala itu....*
==============================================

Terpesonanya aku akan wajah yang menyiratkan suatu keteguhan. Namun hanya bisa dipendam sampai terpisah oleh keadaan. Penantian akan waktu yang tepat tuk mengutarakan terbendung oleh penghalang yang tak terungkap....Aku hanya bisa menunggu, entah sampai kapan.

Dan hampir saja, penghabisan waktu yang sia-sia. Setelah sekian lama tersudutkan oleh sebuah penantian, hingga tahun yang ke sembilan.
"9 tahun lamanya, tak ku duga jadi sia-sia
ku berjuang demi cinta, kini sudah tak ada artinya"



tetap setia walau kau jauh di sana
tetap menanti ternyata kau menyakiti
kini kau tahu bahwa kau telah mendua
menjalin cinta dengan yang lain

* tak pernah kuduga semua ini terjadi
kini kau pergi tinggalkan luka di hati
tinggal ku sendiri coba untuk mengerti
apa salahku hingga kau pergi

reff: 9 tahun lamanya
tak kuduga jadi sia-sia
ku berjuang demi cinta
kini sudah tak ada artinya
engkau tlah berpaling jauh dariku

repeat *
repeat reff

Hingga sebuah reuni es-em-pe mempertemukan kembali dua hati. Menatap wajah lembutnya yang sekian lama terpendam, dengan kepang rambut panjang yang tak lagi terlihat, tertutup rapat oleh anggunnya sehelai jilbab. Aku terpesona...

Namun kata yang telah terangkai sekian lama urung terucap, karena terlalu kencang jantungku berdetak, hingga bibir ini hanya menganga tanpa kata......
Tetap terdiam hingga waktu kembali memisahkan ku dengan dia melampaui kerangka jauhnya mata memandang.....
"aku di sini....dan kau ada di sana....
terbentang luas samudera biru memisahkan kita..."



aku Di Sini
dan Engkau Di Sana
Membentang Luas Samudra Biru
Memisahkan Kita
Ingin Ku
Berenang Ke Kotamu

Tapi Pasti Tenggelam dan Kau Sedih

Kirimi Aku
Kabarmu Di Sana

Lewat Telepon
Surat
faksmili
Ngobatin Rinduku
Kirim Juga
foto Ukuran Jumbo

Biar Nanti ku Pajang Di Kamarku

Chorus
Ngurangin Beban Ini
Ngurangin Sesak Ini
Ngurangin Rasa Ingin Bertemu
Enggak Perlu Curiga

Karna Tahu Kau Masih

Memegang Janji Yang Dulu Pernah Kita Spakati

Mungkin Tak Lama Lagi
Aku Hadir Di Sana
Atau Tak Lama Lagi
Kau Yang Ada Di Sini

aku Di Sini
Kau Ada Di Sana
Membentang Luas Samudra Biru
Memisahkan Kita
Ingin Ku
Terbang Bersama Angin
Tapi Nanti
Tersesat dan Kau Sedih

Chorus
Ngurangin Beban Ini
Ngurangin Sesak Ini
Ngurangin Rasa Ingin Bertemu
Enggak Perlu Curiga

Karna Tahu Kau Masih

Memegang Janji Yang Dulu Pernah Kita Spakati

Mungkin Tak Lama Lagi
Aku Hadir Di Sana
Atau Tak Lama Lagi
Kau Yang Ada Di Sini

Mungkin Tak Lama Lagi
Aku Hadir Di Sana
Atau Tak Lama Lagi
Kau Yang Ada Di Sini
Dan kala hati ini tak mampu lagi memendam rindu, ku bulatkan tekad deringkan telponnya siang itu. Meski hanya sebatas suara, namun tlah mampu membuatku berbunga-bunga....Dan kala sms itu tiba, memaksa diriku membulatkan tekad tuk mengungkap sebuah perasaan yang sekian lama terpendam......"aku sayang kamu......."

Akhirnya....Kisah itu pun terpentas di sebuah panggung hubungan jarak jauh. Permulaan penuh dengan keraguan akan hubungan ini mencetuskan beraneka riak dalam kedamaian. Berbagai konflik yang tercipta, nyaris mengakhiri segalanya. Namun satu prinsip yang selalu dipegang "Cinta itu dari kalbu, yang tak kan pernah terpisah oleh ruang dan waktu". Dan kini, 3 tahun berjalan sudah, melangkah dalam kebersamaan meski jarak memisahkan. Meski ku tak di sampingnya, namun bunga cintaku senantiasa mengiringi setiap gerak dan langkah.
"Percayalah padaku, Meski digelap malam, Kamu ngga sendirian
Dan semua bintang yang kutinggalkan, Temani kau sampai akhir malam"



Bila ku tak disini
Tetaplah kau bernyanyi
Dan bila ku tlah pergi
Kenanglah yang terjadi

Pastikan padaku bahwa kamu
Kan baik-baik saja
Karna disetiap mimpiku
Pasti slalu ada kamu

Dengarkan dan rasakan
Lagu yang kuciptakan untukmu
Walau mungkin terdengar gak merdu
Tapi hanya untukmu

Kita pernah bersama disini
Lalui hari penuh warna warni
Meski tak seindah pelangi
Tapi kita pernah bermimpi

Percayalah padaku
Meski digelap malam
Kamu ngga sendirian
Dan semua bintang yang kutinggalkan
Temani kau sampai akhir malam

Dengarkan dan rasakan
Lagu yang kuciptakan untukmu
Walau mungkin terdengar gak merdu
Tapi hanya untukmu

Kita pernah bersama disini
Lalui hari penuh warna warni
Meski tak seindah pelangi
Tapi kita pernah bermimpi

Percayalah padaku
Meski digelap malam
Kamu ngga sendirian
Dan semua bintang yang kutinggalkan
Temani kau sampai akhir malam

Mungkin ini hanya sementara
Mungkin juga untuk selamanya
Tapi nanti jika kukembali
Kau harus ada disini

Percayalah padaku
Meski digelap malam
Kamu ngga sendirian
Dan semua bintang yang kutinggalkan
Temani kau sampai akhir malam

Percayalah padaku
Meski digelap malam
Kamu ngga sendirian
Dan semua bintang yang kutinggalkan
Temani kau sampai akhir malam

Na na na na...
Na na na na...

Jauh jalan yang telah ditempuh bersama, terjal karang yang dilampaui semakin mengeratkan hatiku dan hatinya. Percayalah....jalan yang telah terrangkai takkan pernah runtuh. Aku kan datang....menyatukan cinta yang sekian lama terpisahkan....
"Dinda... sabarlah menanti...
Takkan lama lagi, Saat musim berganti aku kembali..."




Dinda... sabarlah menanti
Takkan lama lagi
Saat musim berganti aku kembali
Percayalah...
Hati ini sepi
Rindu akan hadirmu

Cahaya... hidupmu
Penerang jalanku
Kaulah irama dalam laguku

Tak terasa dua tahun sudah
Kita tak berjumpa
Hanya rangkaian kata
Pengobat rindu yang terasa
Semakin dalam ingin segera pulang
Peluk dan cium keningmu


Dan kini...Setelah sekian lama menanti...Kan ku lingkarkan cincin ini di jari manis lilin kecilku, sebagai penanda kesungguhan cinta yang ku persembahkan. 9 Juni kan menjadi saksi, 9 tahun penantian yang [ternyata] penuh arti.

*************************************************

Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Links to this post Email this post

Design by Amanda @ Blogger Buster