Aku harus pergi  

Sunday, September 25, 2011

Setelah sekian lama, akhirnya kini ku harus lambaikan tangan. Malam-malam yang telah terlampaui bersama, menjelajah mimpi dalam heningnya lelap merayap, mendekati saat2 terakhir kita lakukan bersama.

Keramahan dan pelukan mesramu tak lagi setiap saat aku rasakan. hembus lembut angin malam, meski jarang, akan senantiasa membelai hati.

Pekanbaru, suatu saat aku akan kembali! Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Links to this post Email this post

Di kesendirian  

Thursday, September 15, 2011

Secangkir kopi tak sanggup lagi menemaniku malam ini. Ia letih, dalam hentakan lalat yang berulang kali cuci kaki. Dan kecup bibirku di  beberapa tempat, masih bersisa, membuatnya semakin gerah! Mungkin!

Dan sendok yang sedianya mengaduk setiap beberapa menit enyah entah kemana. Ya....di sudut sana ternyata, ketika nyamuk yang kelaparan tadi mencoba mencicipi lelehan darah di lengan gempalku. Lempar!

Sebongkah telur rebus, pelarian dari dadar yang tak kunjung datang karena minyak yang sedemikian mahal, menemani dalam diam. Tetap terdiam sampai ia berontak ketika berada di lorong gelap, terlahap. Kentut!

Mereka pergi. Mungkin enggan kembali. Mereka pasti kembali. Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Links to this post Email this post

Design by Amanda @ Blogger Buster