#blush  

Monday, February 13, 2012

Dan tahukah engkau? Sang rembulan ikut tersipu ketika engkau melirikku, memerah, merekah kedua pipinya.....#blush Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Sang Rembulan  

Thursday, April 28, 2011


Sang rembulan terlampau lambat bergulir.......Detak jantung yang semakin melaju tak sanggup memacu frekuensi ayunan langkahnya. Kapan engkau kembali tersungging menawan segenap hatiku?


Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Purnama ke 3  

Thursday, April 14, 2011


Purnama ketiga, sebentar lagi kan menyalami. Dan teringat akan berlikunya jalan yang tlah tertempuh, entah dalam kesengajaan atau ke-nekad-an. Sebuah ikrar yang terukir, kan ku genggam, atau ku lempar jauh ke seberang samudra!

Aku bergumul berkerudung senyum simpulmu kala itu, yang tak tertepis, bahkan sampai saat ini. Kehakikian kasih, dan kecadasan karang hati yang menyatu, begitu indah meski berdebu. Aku masih di sini, dan akan tetap di sini. Dalam payung kemesraan, menampar hujan menendang panas, yang mencoba memisahkan. Aku masih di sini, di bawah payung kebersamaan.

Dan purnama ketiga akan menghampiri, menebar senyum, bertukar canda.....
Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

22 Januari  

Saturday, January 22, 2011

22 Januari, aku berteman iblis, yang baik hati......

Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

11 Januari  

Tuesday, January 11, 2011

11 Januari 07, ketika ikrar melangkah seiring dan seirama menuju peraduan sang waktu terucap, sebagai gerbang baru bagi penantian sembilan tahun....



Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Senyum di ambang perpisahan  

Wednesday, January 5, 2011


Kebersamaan dan perpisahan, dibatasi oleh sebuah senyuman manis yang membuat hati ini teriris....Senyum yang ku rengkuh dalam-dalam, sebagai bekal beberapa bulan ke depan....Tunggu aku di Jakartamu.









Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Aku Sang Pengelana  

Saturday, October 30, 2010



Dan aku adalah sang burung pengembara, berkelana melanglang angkasa demi hasrat dan imaji seiring perjalanan panjang sang mentari.

Mengepak sayap, merengkuh angan, menukik hembusan angin menatap angan yang kan datang....seiring senja merekah.

Dan ketika lelah menerpa, ku lipat sayap, bergelantungan di garis cakrawala.

Aku adalah sang burung pengelana, yang pasti kan kembali, suatu saat nanti, ke damainya peraduan. Bersamamu........





Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

27  

Wednesday, July 21, 2010

Dua Tujuh
Meniti detik jalan yang tertempuh
Terjerambab, bersimpuh....
menghela peluh

demi sebuah pengakuan, kedewasaan yang tlah tumbuh....
Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Diam....  

Saturday, June 12, 2010

Ternyata...., DIAM tak selamanya EMAS....

Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

After "9 Tahun"  

Wednesday, June 2, 2010

Sosok gadis mungil berambut panjang dikepang tunggal, berhasil memaksaku tuk mengendapkannya ke relung jiwa yang terdalam... *saat pembukaan penataran P4 kala itu....*
==============================================

Terpesonanya aku akan wajah yang menyiratkan suatu keteguhan. Namun hanya bisa dipendam sampai terpisah oleh keadaan. Penantian akan waktu yang tepat tuk mengutarakan terbendung oleh penghalang yang tak terungkap....Aku hanya bisa menunggu, entah sampai kapan.

Dan hampir saja, penghabisan waktu yang sia-sia. Setelah sekian lama tersudutkan oleh sebuah penantian, hingga tahun yang ke sembilan.
"9 tahun lamanya, tak ku duga jadi sia-sia
ku berjuang demi cinta, kini sudah tak ada artinya"



tetap setia walau kau jauh di sana
tetap menanti ternyata kau menyakiti
kini kau tahu bahwa kau telah mendua
menjalin cinta dengan yang lain

* tak pernah kuduga semua ini terjadi
kini kau pergi tinggalkan luka di hati
tinggal ku sendiri coba untuk mengerti
apa salahku hingga kau pergi

reff: 9 tahun lamanya
tak kuduga jadi sia-sia
ku berjuang demi cinta
kini sudah tak ada artinya
engkau tlah berpaling jauh dariku

repeat *
repeat reff

Hingga sebuah reuni es-em-pe mempertemukan kembali dua hati. Menatap wajah lembutnya yang sekian lama terpendam, dengan kepang rambut panjang yang tak lagi terlihat, tertutup rapat oleh anggunnya sehelai jilbab. Aku terpesona...

Namun kata yang telah terangkai sekian lama urung terucap, karena terlalu kencang jantungku berdetak, hingga bibir ini hanya menganga tanpa kata......
Tetap terdiam hingga waktu kembali memisahkan ku dengan dia melampaui kerangka jauhnya mata memandang.....
"aku di sini....dan kau ada di sana....
terbentang luas samudera biru memisahkan kita..."



aku Di Sini
dan Engkau Di Sana
Membentang Luas Samudra Biru
Memisahkan Kita
Ingin Ku
Berenang Ke Kotamu

Tapi Pasti Tenggelam dan Kau Sedih

Kirimi Aku
Kabarmu Di Sana

Lewat Telepon
Surat
faksmili
Ngobatin Rinduku
Kirim Juga
foto Ukuran Jumbo

Biar Nanti ku Pajang Di Kamarku

Chorus
Ngurangin Beban Ini
Ngurangin Sesak Ini
Ngurangin Rasa Ingin Bertemu
Enggak Perlu Curiga

Karna Tahu Kau Masih

Memegang Janji Yang Dulu Pernah Kita Spakati

Mungkin Tak Lama Lagi
Aku Hadir Di Sana
Atau Tak Lama Lagi
Kau Yang Ada Di Sini

aku Di Sini
Kau Ada Di Sana
Membentang Luas Samudra Biru
Memisahkan Kita
Ingin Ku
Terbang Bersama Angin
Tapi Nanti
Tersesat dan Kau Sedih

Chorus
Ngurangin Beban Ini
Ngurangin Sesak Ini
Ngurangin Rasa Ingin Bertemu
Enggak Perlu Curiga

Karna Tahu Kau Masih

Memegang Janji Yang Dulu Pernah Kita Spakati

Mungkin Tak Lama Lagi
Aku Hadir Di Sana
Atau Tak Lama Lagi
Kau Yang Ada Di Sini

Mungkin Tak Lama Lagi
Aku Hadir Di Sana
Atau Tak Lama Lagi
Kau Yang Ada Di Sini
Dan kala hati ini tak mampu lagi memendam rindu, ku bulatkan tekad deringkan telponnya siang itu. Meski hanya sebatas suara, namun tlah mampu membuatku berbunga-bunga....Dan kala sms itu tiba, memaksa diriku membulatkan tekad tuk mengungkap sebuah perasaan yang sekian lama terpendam......"aku sayang kamu......."

Akhirnya....Kisah itu pun terpentas di sebuah panggung hubungan jarak jauh. Permulaan penuh dengan keraguan akan hubungan ini mencetuskan beraneka riak dalam kedamaian. Berbagai konflik yang tercipta, nyaris mengakhiri segalanya. Namun satu prinsip yang selalu dipegang "Cinta itu dari kalbu, yang tak kan pernah terpisah oleh ruang dan waktu". Dan kini, 3 tahun berjalan sudah, melangkah dalam kebersamaan meski jarak memisahkan. Meski ku tak di sampingnya, namun bunga cintaku senantiasa mengiringi setiap gerak dan langkah.
"Percayalah padaku, Meski digelap malam, Kamu ngga sendirian
Dan semua bintang yang kutinggalkan, Temani kau sampai akhir malam"



Bila ku tak disini
Tetaplah kau bernyanyi
Dan bila ku tlah pergi
Kenanglah yang terjadi

Pastikan padaku bahwa kamu
Kan baik-baik saja
Karna disetiap mimpiku
Pasti slalu ada kamu

Dengarkan dan rasakan
Lagu yang kuciptakan untukmu
Walau mungkin terdengar gak merdu
Tapi hanya untukmu

Kita pernah bersama disini
Lalui hari penuh warna warni
Meski tak seindah pelangi
Tapi kita pernah bermimpi

Percayalah padaku
Meski digelap malam
Kamu ngga sendirian
Dan semua bintang yang kutinggalkan
Temani kau sampai akhir malam

Dengarkan dan rasakan
Lagu yang kuciptakan untukmu
Walau mungkin terdengar gak merdu
Tapi hanya untukmu

Kita pernah bersama disini
Lalui hari penuh warna warni
Meski tak seindah pelangi
Tapi kita pernah bermimpi

Percayalah padaku
Meski digelap malam
Kamu ngga sendirian
Dan semua bintang yang kutinggalkan
Temani kau sampai akhir malam

Mungkin ini hanya sementara
Mungkin juga untuk selamanya
Tapi nanti jika kukembali
Kau harus ada disini

Percayalah padaku
Meski digelap malam
Kamu ngga sendirian
Dan semua bintang yang kutinggalkan
Temani kau sampai akhir malam

Percayalah padaku
Meski digelap malam
Kamu ngga sendirian
Dan semua bintang yang kutinggalkan
Temani kau sampai akhir malam

Na na na na...
Na na na na...

Jauh jalan yang telah ditempuh bersama, terjal karang yang dilampaui semakin mengeratkan hatiku dan hatinya. Percayalah....jalan yang telah terrangkai takkan pernah runtuh. Aku kan datang....menyatukan cinta yang sekian lama terpisahkan....
"Dinda... sabarlah menanti...
Takkan lama lagi, Saat musim berganti aku kembali..."




Dinda... sabarlah menanti
Takkan lama lagi
Saat musim berganti aku kembali
Percayalah...
Hati ini sepi
Rindu akan hadirmu

Cahaya... hidupmu
Penerang jalanku
Kaulah irama dalam laguku

Tak terasa dua tahun sudah
Kita tak berjumpa
Hanya rangkaian kata
Pengobat rindu yang terasa
Semakin dalam ingin segera pulang
Peluk dan cium keningmu


Dan kini...Setelah sekian lama menanti...Kan ku lingkarkan cincin ini di jari manis lilin kecilku, sebagai penanda kesungguhan cinta yang ku persembahkan. 9 Juni kan menjadi saksi, 9 tahun penantian yang [ternyata] penuh arti.

*************************************************

Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Ketika Saat Itu Tiba......  

Saturday, May 1, 2010

Dan ketika hari itu tiba
Memupus segala ragu yang menggumpal di dada
Tepiskan segala metamor yang menggoda
Merapat kan jiwa dalam satu cinta

Jalan panjang
Jurang di kiri kanan
Penuh kerikil dan bebatuan
Tak lagi menakutkan seperti yang pernah aku alami

Selamat datang hari ITU
Yang kan menjadi saksi betapa dua hati menyatu
Dalam keindahan jagadMU
Selamat datang WAKTU.....
Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Senyum kala itu  

Wednesday, April 7, 2010

Terbangun dalam himpitan lelah
Dengan kelopak mata yang mengatup tak sempurna
Merenggang genggam, melirik tekad yang membulat
Meniti denah indah rangkaian asa yang tlah tergurat

Sebelas kosong satu

Mengukir senyum dalam bongkah hati yang membeku
Melebur ragu yang sekian lama memaku

Aku terdiam
Di tengah malam yang tak lagi kelam









Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

11 Januari  

Monday, March 29, 2010

Dalam keheningan bathinku berbisik
mengusik segenap sanubari yang tak berkutik
membelah kekosongan jiwa
mengurai terpendamnya sejuta kisah

Purnama demi purnama silih berganti menyapa
menggurat penantian tak bertepi yang ku jalani
mengukir asa akan datangnya suatu masa
lembayung cahya lilin menyisir sepi

11 Januari,
dan aku tetap di sini
berdiri....
Dengan segenap kesetiaan yang ku miliki





Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Aku masih bisa terluka  

Monday, March 15, 2010

Aku tak sedalam lautan
Aku tak sekeras batu
Aku tak setinggi gunung
Aku tak seringan angin

Karena AKU adalah AKU
makhluk dengan segala kekurangan yang masih punya hati dan perasaan, yang bisa terluka dan merana karena kebiadabanmu




Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Ajari Aku Mencintaimu  

Wednesday, December 16, 2009

Tak usah engkau ragukan betapa hati ini telah penuh terisi olehmu, betapa mata ini telah terkatup oleh segala indahmu. Jangan pernah engkau tanyakan, betapa ku ingin merengkuh mu dalam kedamaian, memagut hati dalam kebersamaan......
================================================================

bukan ku tak mau
mengucap segala kelebihanmu
bukannya aku tak harus
menghujani kata setia padamu

bukan karna jenuh
atau tlah berkurang
kasih sayang ini

yg terasa mengering
tanpa bunga kata

tlah berulang kali
ku siapkan waktu yg terbaik
untukku akan memberi
beribu kata mesra kepadamu
juga seribu mimpi
yg mungkin terwujud
esok atau lusa

datang menghampiri kita berdua

dan bila waktunya tiba
untuk memulainya
pastilah ku ragu
tak sanggup menyusun
semua kata-kata ini

ajarilah aku bahasa cintamu
agar mudah kuucap kepadamu
ajarilah aku cara mencintamu
biar kita berdua sejalan selamanya

ajarilah aku cara mencintamu
biar kita berdua sejalan selamanya


Petik Lyric : Jamrud




Curahan Hati Putra Gunungkidul
Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Indahnya Kebersamaan  

Thursday, November 19, 2009


Ketika jiwa ini rapuh, engkau selalu merengkuh
Ketika raga ini terkapar, engkau menyanggaku biar tegar

Dan ketika ku tak mampu lagi melangkah
Engkau ulurkan tangan tuk memapah

Indahnya kebersamaan.....
Merajut mimpi menyulam hati.....










Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Karena aku bukan dirimu.......  

Wednesday, November 11, 2009

Kerenyahan keju belanda yang engkau sajikan, tak mampu usir lapar perutku
Kehangatan katulistiwa yang engkau tawarkan, tak cairkan beku hatiku
Gemerlap metropolis yang engkau hamparkan tak hilangkan resah jiwaku

Namun...,
Sunyi hamparan sawah yang terlentang di lembah pegunungan sejukkan kalbu
Riuh debur ombak bangkitkan gairahku

Karena aku adalah aku,
Dan seerat apapun selimut cinta yang engkau balutkan, aku tetap bukan dirimu
Karena aku adalah aku......



Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Krakal Memories....  

Friday, November 6, 2009


Gugusan pantai mengakhiri jejak langkah darat ku, menikmati betapa mesra ombak bergumul berpeluk dengan karang meski hanya sekejap lalu pergi....untuk kembali membawa rangkaian rindu yang semakin menggebu.

Krakal Beach, membentuk sebuah relung kenangan, yang terlukis dalam goresan lembut di hamparan kanvas hatiku.....


Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Kado Tanpa Sampul  

Tuesday, July 28, 2009

Tahukah engkau....?
seperti apa bentuk cintaku

Tak seindah kuncup mawar yang mulai merekah
Tak secantik melati putih berselimut embun pagi
Dan tak pernah keren layaknya alam bawah laut Bunaken

Tahukah engkau sayang....?
Rupa cinta yang aku persembahkan
Jauh menakutkan dari pada kulit durian
Berhias penuh duri-duri tajam

Tapi...
Tahukah engkau kasih....?

Hakekat cinta yang ku beri
Jauh lebih berseri dari sinar mentari pagi
Jauh lebih berwarna dibanding semua pelangi
Dan Jauh lebih memikat dari kupu-kupu yang terlahir dari jasad ulat

Lilin kecilku.....
Bungkus cintaku ra mbejaji
Tapi.....
Kupersembahkan dengan sepenuh hati
Sampai nanti.....
Hingga raga ini mati......




Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Mentari Tenggelam Terlalu Pagi.....  

Sunday, July 5, 2009

Sekian lama ku bertarung dengan malam
Menikam sepi dalam kesendirian
Kuncup hampir layu sebelum berkembang
Dan daunpun gugur dalam kegelapan

Cahya lembutmu hapus mimpi buruk
Bangkitkan ku yang sedang terpuruk
Membelai dengan penuh kedamaian
Kembangkan secercah harapan yang nyaris hilang

Tapi….
Terlalu dini engkau pergi
Bahkan sebelum menjejak kaki di tengah hari
Mentari tenggelam terlalu pagi…..

Telah ku relakan sepenuh jiwa
Daunku kering dihantantam terikmu
Kan kubiarkan daun-daun berguguran
Selama engkau tetap tersenyum

Mentariku…..
Jangan pergi………






Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Design by Amanda @ Blogger Buster