Aku Sang Pengelana  

Saturday, October 30, 2010



Dan aku adalah sang burung pengembara, berkelana melanglang angkasa demi hasrat dan imaji seiring perjalanan panjang sang mentari.

Mengepak sayap, merengkuh angan, menukik hembusan angin menatap angan yang kan datang....seiring senja merekah.

Dan ketika lelah menerpa, ku lipat sayap, bergelantungan di garis cakrawala.

Aku adalah sang burung pengelana, yang pasti kan kembali, suatu saat nanti, ke damainya peraduan. Bersamamu........





Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Ketika Saat Itu Tiba......  

Saturday, May 1, 2010

Dan ketika hari itu tiba
Memupus segala ragu yang menggumpal di dada
Tepiskan segala metamor yang menggoda
Merapat kan jiwa dalam satu cinta

Jalan panjang
Jurang di kiri kanan
Penuh kerikil dan bebatuan
Tak lagi menakutkan seperti yang pernah aku alami

Selamat datang hari ITU
Yang kan menjadi saksi betapa dua hati menyatu
Dalam keindahan jagadMU
Selamat datang WAKTU.....
Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Senyum kala itu  

Wednesday, April 7, 2010

Terbangun dalam himpitan lelah
Dengan kelopak mata yang mengatup tak sempurna
Merenggang genggam, melirik tekad yang membulat
Meniti denah indah rangkaian asa yang tlah tergurat

Sebelas kosong satu

Mengukir senyum dalam bongkah hati yang membeku
Melebur ragu yang sekian lama memaku

Aku terdiam
Di tengah malam yang tak lagi kelam









Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

11 Januari  

Monday, March 29, 2010

Dalam keheningan bathinku berbisik
mengusik segenap sanubari yang tak berkutik
membelah kekosongan jiwa
mengurai terpendamnya sejuta kisah

Purnama demi purnama silih berganti menyapa
menggurat penantian tak bertepi yang ku jalani
mengukir asa akan datangnya suatu masa
lembayung cahya lilin menyisir sepi

11 Januari,
dan aku tetap di sini
berdiri....
Dengan segenap kesetiaan yang ku miliki





Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Mendung di kala senja  

Saturday, February 13, 2010


Mendung tlah menikam, temaram senja, tenggelam dalam kemuraman tak berbatas
Menepis belai, menghapus hembus debu yang mengulurkan jemari


Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Ku Intip Engkau Dari Balik Jendela  

Tuesday, November 24, 2009

Hanya dari balik jendela ini, ku lihat segalanya, ku tau setiap lekuk seksi tubuhmu, hitam-putih hatimu....Dunia....!!!
===================================================================================

Aku melihat....,
Ketika engkau berlari di atas rumput hijau yang terhampar
Tanpa alas, dengan kaki telanjang
Merebahkan tubuh seksi di padang luas, tanpa takut dicumbu semut-semut nakal.
Aku melihat, mengintip dari jendela.....

Ketika engkau tercebur dalam kubangan lumpur
Kemolekan tubuhmu pun terkubur.....Aku melihatnya
Mengintip dari jendela

Dan ketika duri-duri tajam menusuk jemari lentik dengan kejam
Memerah berbalut darah
Meringis engkau menahan tangis
Aku melihatnya
Mengintip dari balik jendela



Aku kenali engkau
dari balik jendela tua.....


=================================================================================
Bantu Mereka melihat dunia, dengan berbagi JENDELA kepada sesama...!!! Dukung Gerakan Hibah Sejuta Buku Ala Blogger. Informasi selengkapnya hubungi sang Penggagas Gerakan ini.










Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Dalam Pelukan Maya  

Friday, August 7, 2009

Dunia maya..., sekian lama ku berdiam, menikmati terpaan angin malam mu....

Dalam kerinduan akan sesuatu yang sampai sekarangpun ku tak tau....

Melangkah dalam kegalauan, merangkak dalam ketidak berdayaan...
Berpeluk dan berpeluh, merapat dan merengkuh....

Dunia maya...,
Aku tetap di sini, dalam ketidak pastian....






Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Kado Tanpa Sampul  

Tuesday, July 28, 2009

Tahukah engkau....?
seperti apa bentuk cintaku

Tak seindah kuncup mawar yang mulai merekah
Tak secantik melati putih berselimut embun pagi
Dan tak pernah keren layaknya alam bawah laut Bunaken

Tahukah engkau sayang....?
Rupa cinta yang aku persembahkan
Jauh menakutkan dari pada kulit durian
Berhias penuh duri-duri tajam

Tapi...
Tahukah engkau kasih....?

Hakekat cinta yang ku beri
Jauh lebih berseri dari sinar mentari pagi
Jauh lebih berwarna dibanding semua pelangi
Dan Jauh lebih memikat dari kupu-kupu yang terlahir dari jasad ulat

Lilin kecilku.....
Bungkus cintaku ra mbejaji
Tapi.....
Kupersembahkan dengan sepenuh hati
Sampai nanti.....
Hingga raga ini mati......




Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Minus 180 Derajad  

Thursday, June 11, 2009

Saat jalan penuh lubang buatmu terjengkang dan meradang, maka tinggalkan....Ketika Hujan tak lagi menggairahkan dan buatmu meriang, maka masuklah kamar, bergumul dengan selimut dan bantal tuk menghangatkan. Dan bila mawar tinggallah duri, maka....
Aku sekedar manusia biasa, yang mungkin tercipta dengan adonan sisa....
--------------------------------------------------------------------------------------

Ku hanyalah anjing jalang
Tak berhak atas secuil pun tulang
Meski tlah terbuang

Ku seonggok pagar rapuh
Malahap tanaman jalar yang merengkuh

Dan aku bukanlah pelangi
Penghias tatklala lembayung hujan tlah pergi

Tumbuhlah seperti yang engkau harapkan
Sambut tetes hujan sebagaimana engkau berangan



Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Dan Kita Adalah.......  

Wednesday, May 27, 2009

PRof, menikam hati, mengorek indahnya kebersamaan, menatap langit biru, syahdu....
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Kita adalah sepasang beringin di alun-alun keraton
Tak rapuh oleh anjing yang memohon
Tak goyah diterpa puting beliung yang melolong

Kita adalah sepasang gajah
Menghentak keangkuhan tanah
Dengan lambaian mesra ayunan langkah

Kita adalah sepasang merpati
Menjelajah setiap inchi langit tak bertepi
Merajut mimpi tiada lupa jalan kembali

Kita adalah sepasang mawar
Adakalanya kembang layu terkapar
Namun kuncup baru kan bersinar

Dan, Kita adalah dua raga satu hati dan jiwa………



Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Jalan ini takkan Runtuh  

Saturday, May 16, 2009

Bicara adalah hak makhluk yang mulutnya masih ada, Mencaci adalah hak makhluk yang penuh terisi iri dan dengki, Mengeluh adalah hak makhluk dengan hati yang keruh.
-------------------------------------------------------------------------------------------

Biarlah mereka bicara
Kita teruskan perjalanan kita
Menyongsong sang mentari terbit
Menapak jalan yang sedemikian sempit

Biarlah mereka mencaci
Namun semangat kan tetap mendekam di hati
Keyakinan akan kebenaran cinta
Hadirkan kekuatan tak terkira

Biarkan mereka mengeluh
Tapi kita takkan takut berpeluh
Karena tekad dah terpatri dengan kukuh
Menggapai asa yang kan kita rengkuh



* Penantian yang tlah terpendam 9 tahun takkan pernah runtuh.....
Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Matinya Hati Nurani  

Wednesday, March 25, 2009

Menurut Prof, Hidup tidaklah mudah, penuh intrik dan taktik bulus memuakkan. Asal tindih, sikut dan tikam....Njeplak sak unin'e dewe.....

Tatkala sumpah hanyalah sampah
Dan janji tak lagi berisi
Tak adakah fungsi lidah selain mancal ludah
Dan hanyakah bibir tuk mencibir?

Keangkuhan berdiri tegak
Senandungkan celoteh luberkan dahak
Rasa iba entah ke mana
Picik dan dengki mendongak tawa

Hati nurani telah mati
Ditikam ataukah bunuh diri?



Puisi sebagai ungkapan hati, telah mendatangkan simpati, puisi ini dapet award dari mbak fanny lho...!!he.he...Bo'ong ding, award ini diberikan oleh mbak fanny yang baik hati ketika puisi masih bersembunyi.....

Duh senengnya hati ku, di kala gundah ada yang ngasih semanggat.



Untuk berikutnya, Award ini kulemparkan kepada :

1. Vaozy
2. Vicky Laurentina
3. m@k Reny
4. Hendrawan
5. Regie
6. NanLimo"
7. Maryo Sanjaya AP


Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Prof. (sok) Puitis  

Friday, February 27, 2009

Kagak tau lagi kesambet apa, Prof tiba-tiba jadi puitis.....
-----------------------------------------------------------------------------------

Belum ku putuskan,
Apakah ku sanggup kau tinggalkan

Kau hampiriku
saat bimbang tak tahu arah tujuan
Merengkuh bahu kala beban begitu menekan
Menghamparkan diri saat aral menghadang
Mendorong pundak
agar tegak saat jalan mulai menanjak

Belum ku putuskan,
Apakah ku sanggup kau tinggalkan……

----------------------------------------------------------------------------------
Prof. dikenal sebagai prbadi yang "keras", pemilihan template ini pun atas buah keputusannya, "template yang BERKARAKTER" celotehnya.
Eh, akhir2 ini ada perubahan, jadi makin mellow ajah.....What's happen Prof...???


Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Design by Amanda @ Blogger Buster