Bercintalah...!  

Tuesday, May 18, 2010








Dan kini tiba saatnya aku tertawa,"Selamat bercinta dengan pisau yang bertelanjang dada..!!" Ha..ha..!!
============================================================
Penggalan atas sebuah cacatan lama, untuk mengikuti kontes fiksi mini-nya wi3nda
Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

NegeriAdsCom Solusi Berpromosi Jitu  

Monday, April 26, 2010

NegeriAds.Com Solusi Berpromosi Produk On The NetPromosi, salah satu sektor penting dalam pemasaran suatu produk. Tak bisa disangkal meski mungkin tak terduga bahwa banyak dana "raib" di sana. Sebugkus sampoerna ternyata tak lebih dari 3000 perak HPP (Harga Pokok Produksi) nya. Kenapa harga eceran bisa mencapai 11.000 ? Kemana dana itu larinya..? Tak jauh-jauh dari PROMOSI. Seandainya pihak Sampoerna melirik NegeriAds.Com untuk berpromosi, mungkin IjoPunkJUtee bisa tersenyum sepanjang hari..:D. Biaya promosi yang membengkak bisa ditekan karena NegeriAds.Com solusi berpromosi dengan harga yang bersahabat.

Ngomong-ngomong soal NegeriAds.Com Solusi berpromosi, jadi inget Sang Datuk Bertuah yang sedang giat-giatnya belajar ngelmu SEO (Bukan ngelmu Soewoeng-rung nyandak utek'e) di belantara NegeriAdsCom. Negeri yang menawarkan solusi berpromosi via internet yang usernya selalu bertambah dari waktu ke waktu. Datuk Bertuah yang seorang newbie yak-yak'an menceburkan diri di arena para master. Salut untuk nekad dan tekadnya mempelajari ngelmu yang katanya Ghaib karena kadang hasil akhirnya blas ra mbejaji. Yo wes lah, selamat belajar Datuk, jangan lupa rayu juga Sampoerna tuk berpromosi di NegeriAds.Com biar sebungkus rokok tak mahal lagi:D.

Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Bekasi Bersih Partisipasi Blogger  

Thursday, March 11, 2010

bekasi bersih partisipasi bloggerAmprokan Blogger yang digagas Komunitas Blogger Bekasi membawaku kembali menembus kenangan 9 tahun yang lalu, saat pertama kali ku injakkan kaki di setelit ibu kota ini, ikut berpartispisasi menambah kepadatan penghuninya. Sebuah kota yang tak pernah terlelap..., bahkan ketika tidur malamku tersengat oleh panasnya udara malam yang tak terusir oleh kipas yang senantiasa berputar menghembus udara bersih ke segenap ragaku, derap langkah kaki yang berlari berpacu dengan bus jemputan yang segera datang masih terdengar. Jam 11 malam..!

Bekasi yang menorehkan suatu pemahaman, bahwa modernitas dan industri selalu memuntahkan ceceran kesemrawutan tata kehidupan. Pemukiman yang tak pernah ada dalam kamus tata kota manapun, sampah-sampah yang asyik ber-gaple ria di semua tempat yang masih menyisakan celah dan badan jalan yang menjadi lahan menggelar barang dagangan berpadu dengan membludaknya kendaraan menggoreskan kemacetan di kanvas wajah kota ini. Bekasi, kota industri yang melupakan nilai-nila manusiawi...., pemikiran yang masih melekat sampai detik terakhir sebelum jam 8 malam 5 Maret 2010 silam.

Sebuah pemandangan yang memutar balikkan apa yang selama ini ku kenang. Hingga harus beberapa kali mata ku pejamkan, memastikan bahwa aku tak kesasar. Yeah....inilah bekasi yang dulu ku kenal, namun dengan wajah yang penuh pembaharuan. Bekasi yang bersolek dengan gincu keindahan dan eye shadow ketertiban. Jalan raya yang kembali ke habitatnya sebagai tempat roda-roda kendaraan memadu kasih dengan aspal. Malam itu, ku hinggapi kota Bekasi dengan penuh ketakjuban.

Pengenalan (kembali) bekasi, ku lalui dengan anjangsana bersama para blogger seantero nusantara, mengunjungi beberapa titik di kota patriot. Dimulai dengan GOR yang akan dijadikan stadion berstandar internasional, sebagai back up Gelora Bung Karno Jakarta dalam menggelar even-even berskala dunia. Suatu kebanggaan tersendiri bagi Bekasi ketika rencana ini terealisasi. Tugu Perjuangan yang kokoh berdiri di sana akan menjadi saksi, bukan hanya deras keringat para pejuang masa lalu, namun juga kejayaan bekasi di masa yang akan datang.

Pesatnya industri modern yang ditandai dengan kokoh tegaknya pabrik-pabrik bercorong asap tinggi ternyata tak mampu melindas usaha kecil menengah. UKM yang dulu dianggap sebagai pemain pupuk bawang di kancah perekonomian sudah membuktikan diri sebagai usaha yang mampu bertahan dalam gerusan krisis yang menerpa. Badai yang sedemikian hebatnya menumbangkan perusahaan-perusahaan besar seakan menjadi arena pembuktian diri akan kekuatan yang dimiliki. UKM HIKPIB sentra pembuatan boneka yang berada di Bekasi, semakin berkibar di kala mereka (perusahaan-perusahaan besar) terkapar.

Tujuan berikutnya membuatku merenung dalam tanya, kenapa tempat ini harus dikunjungi. TPA Bantar Gebang, tempat para sampah dari seantero Bekasi dan Jakarta melakukan reuni. Dan benar saja, Bukit-bukit yang terukir dari tumpukan sampah yang entah berapa lama berdiri tegak di sana menyambut kedatangan para blogger dengan tawa khas yang tak kan pernah terlupa. Mambu..! Aku mengendap makin dekat, koprol dan tiarap. Dan akhirnya tanyaku pun terjawab. Mesin pembangkit listrik berkacak pinggang menarik upeti dari sampah-sampah yang nge-kost di sana. Setiap penghuni wajib menyetor upeti gas metan untuk digojlok menjadi tenaga listrik yang jauh luwih migunani dari pada dilepas ke udara bebas. Tenaga listrik yang saat ini sudah bisa mencukupi kebutuhan operasional bantar gebang dan masyarakat sekitar. Mudah2an, potensi ini dilirik oleh PLN sebagai pedagang listrik negeri ini. Biar gak byar pet mulu pak..!!!

Ketakjuban yang tak kunjung habis atas kota yang sampai kemaren masih ku lirik dengan sinis. JABABEKA. Sebuah kawasan industri yang tertata rapi. Jalan-jalan yang lebar dan bersih dengan pepohonan di kanan kiri, menambah asri pemandangan yang dihamparkan. Sebuah kawasan industri yang tak lupa menghijaukan diri. Terbentang lahan luas di sana yang ditandai dengan sebuah plakat raksasa, Movie Land..! Area yang kelak akan memanjakan para sineas seantero negeri.

Hari pertama Amprokan Blogger ditutup dengan keramahan Wali Kota Bekasi H.Mochtar Mohammad. Sebuah pembuktian bahwa blogger yang identik dengan pikiran kritis, mampu bersanding dengan para pemegang kekuasaan. Gak tanggung-tanggung, rumah dinas wali kota menjadi panggung kebersamaan para blogger. Partisipasi walikota juga ditunjukkan dengan sumbangan suara merdu membuncah malam kebersamaan. Wali kota bekasi, dengan hati yang bersih ikut berpartisipasi di arena para blogger. Salut...!

Dan ternyata, Amprokan Blogger 2010 berhasil membuatku malu atas under estimate yang pernah ku hunjamkan di dada kota Bekasi. Ternyata, bekasi bersih partisipasi blogger. Bekasi bisa tertib dan bersih, tentu saja dengan partisipasi semua masyarakatnya termasuk para blogger.








Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Tangis Pertiwi Kan Terhenti, Suatu Saat Nanti......  

Friday, February 5, 2010

Kemarin pagi kami menangis, mendera air mata atas hilangnya celoteh ceria seorang bocah. Pangeran kecil yang diharap meriuhkan suasana rumah. Jagoan cilik yang di nadinya berisi harapan, mendobrak keangkaramurkaan. Namun tangis ini segera terhenti, takkan lama….”Nak, tak usah lagi kau saksikan kepicikan para durjana dunia, Tuhan telah memilihmu sebagai penghuni taman surga, tenanglah kau di sana, duduk manis di pangkuan-Nya”

Hari ini kami menangis, melihat ibu pertiwi meneteskan air mata, menyambung ingus kemarin pagi yang tak pernah pupus. Menyaksikan derita anak negeri yang terlindas decak langkah para pengkhianat tak berhati. Menjadi saksi keganasan drakula-drakula rakus yang menghisap darah saudara mereka sendiri di siang bolong, berpacu dengan gerombolan babi yang berlarian di sepanjang halaman, melindas taman bunga yang belum sempat mekar.

Esokpun kami masih akan menangis, melihat punggung ibu pertiwi menjadi panggung sandiwara tak bertepi. Ketok palu yang menjadi langgam gamelan sumbang, sebagai pengiring lepasnya jeruji pengunci si gagak pencuri. Tangis kami makin menjadi, ketika lakon tragedi kapuk dan kakau ditampilkan. Sang dalang keadilan begitu sibuk membolak-balik halaman kitab perundangan, menggelontorkan pasal demi pasal pelanggaran. Ck..ck..ck….akhirnya kitab perundangan mereka gunakan . Tapi, yang membuat batin teriris, kemana buku-buku sakti mereka tatkala durjana berjas rapi tersenyum picik menggelontorkan amplop coklat yang kami tahu isinya. Uang haram…!!!

Lusa kami tetap menangis, karena pertiwi makin merintih menahan perih. Ketika langkah keadilan semakin tertatih. Di halaman belakang rumah, ketika anak-anak bangsa yang “cidera” berdesakan mengantri jatah makan, berebut tempat sekedar tuk selonjoran, di sudut lainnya segelintir orang malah jumpalitan, kipas-kipas dengan lembaran seratusribuan, sibuk ngerumpi tuk atur strategi nyolong lagi.

Esok lusa pun masih menangis, melihat ibu pertiwi makin meratap. Menghadapi polah wakil rakyat yang tak lagi memegang teguh amanat. Kemana jejak-jejak janji yang dulu mereka beri…? Banjir air mata tak terbendung, ketika para jagoan pertiwi saling bertarung. Saling tendang, saling meludah. Tertawa puas saat darah saudara mereka sendiri tumpah.

Ibu pertiwi…..Apa yang harus kami lakukan tuk menghapus air mata yang terlajur engkau tumpahkan…? Haruskah kami kirim surat kepada dewan malaikat…? Agar mereka mengirimkan satu saja…, Izroil tuk menjadi pengawalmu ibu…? Sebagai pengganti para jagoan gadunganmu..? Izroil yang tak pernah takut bergelut dengan para badut. Izroil yang tak mempan lagi uang sogokan. Izroil yang takkan ragu tebaskan parang untuk menghempas para biadab sialan.
Namun ibu….apakah Izroil tak keberatan harus menahan napas saat disuguhi bangkai-bangkai berbalut jas…? Harus menutup hidung saat bertemu dengan intelek-intelek badung dengan otak digerogoti belatung..? Harus memakai masker ketika dihampiri hati-hati busuk yang membuat lalat ngiler…? Bahkan saat inipun ia harus memakai sarung tangan dan garpu bergagang panjang untuk mencabut nyawa para pendosa dari raga comberan yang sedemikian menjijikkan.

Tidak…!! Tidak ibu…..!! Kita takkan menambah berat tugas Izroil. Ketaatan Izroil cukup menjadi inspirasi. Kita akan menyemai “malaikat” kita sendiri. Dengan bibit-bibit terpilih dan terseleksi yang ditanam di hamparan luas tamanmu, yang berjajar rapi dalam gelas-gelas kaca berisi tanah dan kompos transparansi, yang akan disiram dengan murninya embun pagi dan kan ditempa di tengah terik mentari. Tunggulah ibu pertiwi, malaikatmu kan datang suatu saat nanti.

Dewan malaikat yang terhormat. Engkau akan menjadi saksi, tatkala "malaikat-malaikat" pertiwi mulai beraksi. Yang kan mengukir senyum di bibir ibu pertiwi dengan menorehkan sebuah bait sakti di dada sang garuda, Pelaku Korupsi Harus MATI.



Read more dunk......

AddThis Social Bookmark Button
Email this post

Design by Amanda @ Blogger Buster